Copyright 2017 - Custom text here

Walaupun Tiongkok dan India mengklaim mereka telah mengonsumsi teh sejak tahun lalu, negara lain yaitu Turki ternyata juga memiliki budaya minum teh. 

Kemanapun Anda pergi di Turki, teh atau kopi akan ditawarkan kepada Anda sebagai tanda pertemanan dan ramah tamah, dimanapun, kapanpun, sebelum atau sesudah makan. Teh Turki merupakan teh hitam atau Camellia Sinensis yang disebut Çay dalam bahasa Turki.

Sejarah

Walaupun begitu populer, teh baru dikonsumsi secara luas di Turki pada abad ke-20. Awalnya teh diperkenalkan sebagai alternatif kopi, yang pasca Perang Dunia ke-I harganya sangat mahal dan langka. Demikian dilansir dari All ABout Turkey.

Belum lagi, saat Turki kehilangan wilayah teritori bagian tenggara setelah jatuhnya Kekaisaran Ottoman, kopi menjadi produk impor yang mahal. Teh lantas kian populer karena mudah ditanam di lahan-lahan domestik.

Produksi teh di negara ini dimulai pada tahun-tahun awal Turki menjadi negara Republik. Kala itu banyak perkebunan teh yang berpusat di sekitar kota Rize dan perbatasan Georgia ke Trabzon, Arakli, Rize, Karadere dan Fatsa (dekat Urdu). Perkebunan teh tersebut bahkan mencapai 30 kilometer di beberapa tempat di ketinggian sekitar 1.000 meter.

Pada tahun 1974, pabrik teh pertama dibangun di Rize dan tahun 1965, produksi teh kering mencapai tingkat konsumsi domestik.

Sampai saat itu, tugas pembelian, pengolahan dan penjualan teh dilakukan oleh Tekel (Monopoli Negeri) Direktorat Jenderal. Kemudian pada tahun 1971 dipindahkan ke Tea Corporation, dan pada tahun 1984 monopoli pada teh diangkat dan fasilitas ini juga diberikan kepada sektor swasta.

Karakteristik

Teh Turki memiliki karakteristik yang khas yaitu memiliki cita rasa yang penuh dan terlalu kuat sehingga teh tidak disajikan dalam gelas besar, melainkan di gelas mungil berbentuk tulip. Teh juga biasa disajikan dengan air mendidih. Mengonsumsi teh dengan gula adalah hal yang umum, namun tidak dengan susu.

Saat ini, telah hadir sejumlah varian teh Turki yang umumnya dibuat dengan tambahan rempah atau tanaman herbal. Teh-teh tersebut lebih banyak dikonsumsi sebagai obat-obatan. Beberapa varian teh yang populer di kalangan wisatawan di sana antara lain elma çay atau teh apel, kuburnu çay atau teh bunga mawar dan hlamur çay atau teh bunga linden.