Copyright 2017 - Custom text here

Setelah dari siang di Harajuku lalu menjelang sore kami ke Akihabara sampai disana sekitar jam 16:00, waktu yang diberikan mas Sapto cuma 1.5 jam yang tentunya bagi penggemar gadget dan jam tangan seperti saya itu merupakan waktu yang sangat singkat. Tetapi karena kesepakatan bersama maka jam 17:30 kami berjanji ketemu di lantai 8 tempat foodcourt.

Saya pernah dan bahkan beberapa kali ke Akihabara ditahun 1982 tetapi situasi saat itu dan sekarang ternyata berbeda sama sekali, kalau dulu itu memang seperti pasar elektronik dan kamera tetapi sekarang sudah merupakan mall elektronik.

Setelah berputar mengelilingi lantai demi lantai akhirnya saya hanya membeli Jam Saku Royal Orient yang antik dan hanya dijual di JBM [Japan Domestic Market] saja ... dan waktu berkumpul sudah tiba... mungkin kalau masih diberi kesempatan, saya ingin mengunjungi tempat ini lagi ...

Setelah melihat patung Hachiko di Shibuya, kami kearah Harajuku ... salah satu tempat yang dikenal dengan pakaian aneh-aneh yang dikenakan pengunjungnya. Kami langsung menuju Takeshita Street yang dipenuhi oleh toko busana dan juga ada Daisho Supermarket yang ... jangan kaget ... banyak dikunjungi oleh orang Indonesia, jadi jangan heran klo terdengar bahasa Indonesia atau bahkan Jawa disekutar kita saat berbelanja.

Pintu keluar stasiun Harajuku

Hari ke 7 kami keluar hotel JALCity ke Bandara Haneda lalu menggunakan Monorail dan KRL dengan tujuan pertama ke Shibuya ... wah Shibuya mengingatkan saya kepada film Hachiko yang sangat terkenal yang menceritakan kesetiaan anjing bernama Hachiko terhadap tuannya ... tempat yang sangat menarik dikunjungi karena anjing Hachiko sampai dibuatkan patungnya didepan stasiun.

Nama Hachiko diabadikan menjadi nama Gate di Stasiun Shibuya

Stasiun Kereta Shibuya

Pemilihan hotel JALCity merupakan pilihan yang cerdik dari pemandu kami, mas Sapto, karena dari hotel ini ada bus gratis ke Bandara Haneda yang cuma 7 menit lalu dari Bandara bisa naik monorail ke pusat kota dilanjutak dengan naik KRL kemana saja kita mau.

Disini pulalah perjalanan kami menggunakan bus berakhir, kami harus berpisah dengan Mr Matsuda yang walaupun seram dan tegas tetapi hatinya baik ...

Ginza (銀座?) Adalah sebuah distrik dari Chūō, Tokyo, terletak di sebelah selatan Yaesu dan Kyobashi, barat dari Tsukiji, timur dari Oedo dan Uchisaiwaicho, dan utara Shinbashi. Tahun 1982 saya pernah kesini tetapi sekarang situasinya sudah jauh berbeda.

Daerah ini adalah daerah perbelanjaan kelas atas yang populer di Tokyo, dengan berbagai department store, butik, restoran dan kedai kopi yang terletak di sekitarnya. Ginza diakui oleh banyak orang sebagai salah satu distrik belanja paling mewah di dunia, menarik pengunjung dari seluruh dunia.

 

 Suasana Ginza disore hari

Showa Kinen Park, atau jika diartikan adalah Taman peringatan Periode Showa merupakan taman yang dibangun sejak jaman Showa dan dijaga dengan baik sekali hingga sekarang.
Showa Kinen Park yang berlokasi di Tachikawa, Tokyo ini bisa jadi merupakan salah satu taman modern yang paling up to date di Tokyo. Taman ini dibangun sebagai bagian dari proyek untuk memperingati 50 tahun masa pemerintahan Kaisar Showa, dan diresmikan pada tahun 1983

Pintu Gerbang Tachikawa

Setelah dari AquaCity, kami menuju ke Hotel Mariners Court didaerah pinggir kota Tokyo .. Hotel ini terletak didaerah yang cukup sepi dari keramaian, hanya ada Toko Lawson dipojok serta kantor polisi diseberang Hotel.

Hotel Mariners Court Tokyo

AquaCity Odaiba ini kami kunjungi karena dari level 2 nya kita bisa mengambil foto pemandangan yang sangat bagus, ada replika Patung Liberty dan latar belakang jembatan yang indah dimalam hari.

Mall nya sendiri tidak terlalu ramai, tidak ada bedanya dengan beberapa mal medium di Jakarta ... jadi memang dari sisi pemandangannya yang menarik pengunjung datang.

Ooedo Onsen berlokasi di 2-6-3, Aomi, Koto-ku, Tokyo 123-0064 

Ooedo-Onsen-Monogatari adalah tempat onsen (mata air panas) alami di daerah Odaiba dekat Tokyo Bay. Pengunjung dapat mengalami 13 varietas mandi termasuk mandi dalam ruangan dengan menggunakan air dari sumber air panas alam yang menyembur naik dari sumbernya 1.400 meter di bawah tanah. Selain itu, semua orang dari anak-anak hingga orang dewasa bisa menghabiskan waktu berjalan sekitar area dengan memalkai baju yukata disekitar tempat belanja Hirokoji dan Happakuyacho yang dirancang seperti keadaan Jepang jaman dulu dengan hiruk-pikuk yang hidup dari bagian Shitamachi (pusat kota) Edo tua.

Susana didalam seperti suasana di Jepang jaman dulu

Info mengenai Asakusa ...

Selepas dari hotel Naspa New Otani, kami menggunakan bus menuju Tokyo dan tempat pertama setelah masuk Tokyo yang kami kunjungi adalah Asakusa. Setelah makan siang disekitar dekat kawasan yang kami tuju lalu mulailah penjelajahan kami di Asakusa.

Kawasan Asakusa di Tokyo, Jepang, tidak hanya terkenal dengan Kuil Sensoji. Ayo berkeliling di kawasan ini. Ada banyak shopping mall dan juga Nakamise Shopping Street, kawasan belanja suvenir paling terkenal di Tokyo.
Dari situs resmi pariwisata Tokyo, Asakusa merupakan sebuah kawasan yang paling populer di Tokyo. Tempat perbelanjaan dan hiburan makin memanjakan wisatawan ketika berkunjung.

Kaminarimon [Kaminari Gate] Kaminarimon adalah gerbang pertama dari dua gerbang pintu masuk besar yang mengarah ke Sensoji Temple, dibangun lebih dari 1000 tahun yang lalu, itu adalah simbol dari Asakusa.