Copyright 2017 - Custom text here

Sebenarnya inilah tujuan sebagian rombongan ke Jepang, yaitu berziarah di Seitai Hosikai yang berada di Akita. Saya walaupun tidak ikut berziarah tetapi ikut rombongan ke tempat ini. Lokasinya sangat terpencil sekitar 7 Km dari Akita dan kami tempuh pulang pergi dengan mobil sewaan yang disupiri sendiri oleh mas Sapto.

Lokasi utama

Dari Tokyo ke Akita kami menggunakan Shinkansen yang berangkat jam 8:40 pagi.

Prefektur Akita merupakan prefektur yang terletak bagian timur laut wilayah Tohoku dan beribu kota di Kota Akita. Seperti halnya prefektur-prefektur lain di wilayah Tohoku, perekonomian di Akita ditopang oleh industri tradisional seperti pertanian, perikanan dan sumber daya hutan.

Selain itu, prefektur ini juga terkenal akan pengolahan sakenya. Selain sebagai produsen, masyarakat Akita juga terkenal sebagai konsumen sake tertinggi di Jepang. Bagi masyarakat Jepang, Akita kental akan citra pedesaan dengan atmosfir yang santai apabila dibandingkan dengan kota-kota besar seperti Tokyo dan Osaka.

Menggunakan Akita Shinkansen Komachi dari Tokyo ke Morioka di Prefektur Iwate, beroperasi di atas rel Tohoku Shinkansen. Dari Morioka ke Omagari, menggunakan trek Tazawako Line, sedangkan dari Omagari ke Akita menggunakan trek ou Main Line.

Komachi berjalan pada kecepatan maksimum 320 km / h (200 mph) di Tohoku Shinkansen, dan antara Morioka dan Akita, dijalankan dengan kecepatan maksimum 130 km / h (80 mph). 

Stasiun kereta Akita